knOwLedge is so Important

tHis is r3gina blog, which discuss about something like knowledge and much more…

DETOKS DENGAN BUAH August 2, 2009

Filed under: Health — r3gina @ 8:28 am

fruit

Buah segar dengan kandungan alaminya sangat membantu jika Anda sedang menjalankan program detoks atau penghilangan racun di tubuh.

1. Anggur: Buah para raja ini terbukti dapat meringankan sembelit dan membantu mengatasi masalah ginjal, hati, sistem pencernaan, dan kulit. Anggur yang paling baik adalah anggur putih dan anggur merah.

2. Apel: Asam malat dan asam tartaric dalam apel bias meningkatkan kerja system pencernaan dan membersihkan hati. Selain itu apel juga memberikan pasokan energy dengan kandungan fruktosa (gula asam).

3. Jeruk: Mengandung banyak vitamin C dan merupakan antioksidan yang mampu melindungi tubuh dari radikal bebas berbahaya dan mencegah penuaan dini. Bisa membantu mengurangi risiko terkena kanker, penyakit jantung, dan meningkatkan penyerapan zat besi. Jeruk lemon mengandung astringen. Antiseptiknya bias merangsang kerja hati dan kantong empedu. Segelas air panas dan perasan jeruk lemon segar adalah cara paling baik untuk memulai detoks.

4. Mangga: Buah dengan daging yang lembut dan harum ini terbukti mampu membersihkan darah. Buah ini juga baik untuk system ginjal dan pencernaan.

5. Pir: Jika dimakan secara teratur pir bias membantu mempercantik kulit dan membuat rambut berkilau. Pir juga berperan sebagai obat diuretic (pendorong produksi air seni) dan laksatif (pencahar) yang efektif.

6. Semangka: Berguna untuk mempergiat kerja jantung, menurunkan demam, dan mencegah sariawan. Semangka juga berfungsi merangsang keluarnya air seni sehingga sangat baik untuk mereka yang mengalami gangguan buang air kecil.

 

ANGGUR CEGAH GAGAL JANTUNG

Filed under: Health — r3gina @ 8:23 am

anggur_delaware

Lebih dari 90% kasus kegagalan jantung didahului dengan hipertensi. Untuk mencegah peningkatan angka kejadian, para peneliti di Amerika Serikat mencoba menggunakan buah anggur sebagai terapi. Anggur sendiri terbukti sangat baik untuk kesehatan sejak diteliti Dr. John Harvey Kellogg, si raja corn flake, di tahun 1870.

Hasil penelitian yang dipersentasikan di International Symposium on Human Health Effects of Fruit and Vegetables ini menunjukkan bahwa diet anggur dapat mengurangi hipertensi, meningkatkan fungsi jantung, dan mencegah pembesaran hati serta ginjal.

 

BAWANG MERAH SEBAGAI OBAT

Filed under: Health — r3gina @ 8:20 am

shallot

Walaupun baunya agak tak sedap, ternyata bawang merah punya segudang khasiat. Selain sebagai bumbu masak, kandungan kalsium, fosfor, zat besi, karbohidrat, vitamin A, dan vitamin C – nya juga bisa melancarkan buang air kecil dan besar. Bawang merah juga mengandung acid karbrid yang bisa menambah vitalitas seksual, serta bahan jalokatein yang berfungsi mebatasi kadar gula dalam darah dan mengembangkan insulin. Bawang merah juga dapat menyembuhkan penyakit kuning, batuk, dan sesak napas, melancarkan air seni, dan menghaluskan usus.

Meskipun bisa dijadikan obat alternatif, bawang merah juga mempunyai efek samping. Bawang merah mengandung kelembapan yang berlebihan. Karena itu dapat menyebabkan migraine, membuat pusing kepala, mengakibatkan gas, dan menggelapkan penglihatan. Kebanyakan memakan bawang merah juga akan mengubah bau mulut dan napas. Tetapi semua efek samping tersebut akan lenyap bila bawang merah dimasak terlebih dulu.

 

Susu tidak selamanya baik dan Pentingnya enzim bagi tubuh July 16, 2009

Filed under: Health — r3gina @ 4:45 am

(Catatan Dahlan Iskan, Jawa Pos Edisi 15 Mei 2009)

Tidak ada makhluk di dunia ini yang ketika sudah dewasa masih minum susu kecuali manusia. Lihatlah sapi, kambing, kerbau atau apa pun: begitu sudah tidak anak-anak lagi tidak akan minum susu. Mengapa manusia seperti menyalahi perilaku yang alami seperti itu? “Itu gara-gara pabrik susu yang terus mengiklankan produknya,” ujar Prof Dr Hiromi Shinya, penulis buku yang sangat laris: The Miracle of Enzyme (Keajaiban Enzim) yang sudah terbit dalam bahasa Indonesia dengan judul yang sama. Padahal, katanya, susu sapi adalah makanan/minuman paling buruk untuk manusia. Manusia seharusnya hanya minum susu manusia.

Sebagaimana anak sapi juga hanya minum susu sapi. Mana ada anak sapi minum susu   manusia, katanya. Mengapa susu paling jelek untuk manusia? Bahkan, katanya, bisa menjadi penyebab osteoporosis? Jawabnya: karena susu itu benda cair sehingga ketika masuk mulut langsung mengalir ke kerongkongan. Tidak sempat berinteraksi dengan enzim yang diproduksi mulut kita. Akibat tidak bercampur enzim, tugas usus semakin berat.

Begitu sampai di usus, susu tersebut langsung menggumpal dan sulit sekali dicerna. Untuk bisa mencernanya, tubuh terpaksa mengeluarkan cadangan “enzim induk” yang seharusnya lebih baik dihemat. Enzim induk itu mestinya untuk pertumbuhan tubuh, termasuk pertumbuhan tulang.
Namun, karena enzim induk terlalu banyak dipakai untuk membantu mencerna susu, peminum susu akan lebih mudah terkena osteoporosis. Profesor Hiromi tentu tidak hanya mencari sensasi. Dia ahli usus terkemuka di dunia. Dialah dokter pertama di dunia yang melakukan operasi polip dan tumor di usus tanpa harus membedah perut. Dia kini sudah bermuru 70 tahun. Berarti dia sudah sangat berpengalaman menjalani praktik kedokteran. Dia sudah memeriksa keadaan usus bagian dalam lebih dari 300.000 manusia Amerika dan Jepang. Dia memang orang Amerika kelahiran Jepang yang selama  karirnya sebagai dokter terus mondar-mandir di antara dua negara itu.

Setiap memeriksa usus pasiennya, Prof Hiromi sekalian melakukan penelitian. Yakni, untuk
mengetahui kaitan wujud dalamnya usus dengan kebiasaan makan dan minum pasiennya. Dia menjadi hafal pasien yang ususnya berantakan pasti makan atau minumnya tidak bermutu. Dan, yang dia sebut tidak bermutu itu antara lain susu atau daging. Dia melihat alangkah mengerikannya bentuk usus orang yang biasa makanan/minuman yang “jelek”: benjol-benjol, luka-luka, bisul-bisul, bercak-bercak hitam, dan menyempit disana-sini seperti diikat dengan karet gelang, jelek di situ berarti tidak memenuhi syarat yang diinginkan usus. Sedangkan usus orang yang makanannya sehat/baik, digambarkannya
sangat bagusm bintik-bintik rata, kemerahan, dan segar.

Karena tugas usus adalah menyerap makanan, tugas itu tidak bisa dia lakukan kalau makanan yang masuk tidak memenuhi syarat si usus. Bukan saja ususnya kecapean, juga sari makanan yang diserap pun tidak banyak. Akibatnya, pertumbuhan sel-sel tubuh kurang baik, daya tahan tubuh sangat jelek, sel radikal bebas bermunculan, penyakit timbul, dan kulit cepat menua. Bahkan, makanan yang tidak berserat seperti daging, bisa menyisakan kotoran yang menempel di dinding usus: menjadi tinja stagnan yang kemudian membusuk dan menimbulkan penyakit lagi. Karena itu, Prof Hiromi tidak merekomendasikan daging sebagai makanan. Dia hanya menganjurkan makan daging itu cukup 15 persen dari seluruh makanan yang masuk ke perut.

Dia mengambil contoh yang sangat menarik, meski di bagian ini saya rasa, keilmiahannya kurang bisa dipertanggungjawabkan. Misalnya, dia minta kita menyadari berapakah jumlah gigi taring kita, yang tugasnya mengoyak-ngoyak makanan seperti daging: hanya 15 persen dari selurauh gigi kita. Itu berarti bahwa alam hanya menyediakan infrastruktur untuk makan dagin 15 persen dari seluruh makanan yang kita perlukan. Dia juga menyebut contoh harimau yang hanya makan daging. Larinya memang kencang, tapi hanya untuk menit-menit awal. Ketika diajak “lomba lari” oleh mangsanya, harimau akan cepat kehabisan tenaga. Berbeda dengan kuda yang tidak makan daging. Ketahanan  larinya lebih hebat.

Di samping pemilihan makanan, Prof Hiromi mempersoalkan cara makan. Makanan itu, katanya, harus dikunyah minimal 30 kali. Bahkan, untuk makanan yang agak keras harus sampai 70 kali. Bukan saja bisa lebih lembut, yang lebih penting agar di mulut makanan bisa bercampur dengan enzim secara sempurna. Demikian juga kebiasaan minum setelah makan bukanlah kebiasaan yang baik. Minum itu, tulisnya, sebaiknya setengah jam sebelum makan. Agar air sudah sempat diserap usus lebih dulu. Bagaimana kalau makanannya seret masuk tenggorokan? Nah, ini dia, ketahuan. Berarti mengunyahnya kurang dari 30 kali! Dia juga menganjurkan agar setelah makan sebaiknya jangan tidur sebelum empat atau lima jam kemudian. Tidur itu, tulisnya, harus dalam keadaan perut kosong. Kalau semua teorinya diterapkan, orang bukan saja lebih sehat, tapi juga panjang umur, awet muda, dan tidak akan gembrot.

Yang paling mendasar dari teorinya adalah: setiap tubuh manusia sudah diberi “modal” oleh alam bernama enzim-induk dalam jumlah tertentu yang tersimpan di dalam “lumbung enzim-induk”. Enzim-induk ini setiap hari dikeluarkan dari “lumbung”-nya untuk diubah menjadi berbagai macam enzim sesuai keperluan hari itu. Semakin jelek kualitas makanan yang masuk ke perut, semakin boros menguras lumbung enzim-induk. Mati, menurut dia, adalah habisnya enzim di lumbung masing-masing. Maka untuk bisa berumur panjang, awet muda, tidak pernah sakit, dan langsing haruslah menghemat enzim-induk itu. Bahkan, kalau bisa ditambah dengan cara selalu makan makanan segar. Ada yang menarik dalam hal makanan segar ini. Semua makanan (mentah maupun yang sudah dimasak) yang sudah lama terkena udara akan mengalami oksidasi. Dia memberi contoh besi yang kalu lama dibiarkan di udara terbuka mengalami karatan. Bahan makanan pun demikian.

Apalagi kalau makanan itu digoreng dengan minyak. Minyak sendiri sudah persoalan, apalagi kalau minyak itu sudah teroksidasi. Karena itu, kalau makan makanan yang digoreng saja sudah kurang baik, akan lebih parah kalau makanan itu sudah lama dibiarkan di udara terbuka. Minyak yang oksidasi, katanya, sangat bahaya bagi usus. Maksudnya, mengolah makanan seperti itu memerlukan enzim yang banyak. Apa saja makanan yang direkomendasikan? Sayur, biji-bijian, dan buah. Jangan terlalu banyak makan makanan yang berprotein, Protein yang melebihi keperluan tubuh ternyata tidak bisa disimpan. Protein itu harus dibuang. Membuangnya pun memerlukan kekuatan yang ujung-ujungnya juga berasal dari lumbung enzim. Untuk apa makan berlebih kalau untuk mengolah makanan itu harus menguras enzim dan untuk membuang kelebihannya juga harus menguras lumbung enzim.

Prof Hiromi sendiri secara konsekuen menjalani prinsip hidup seperti itu dengan sungguh-sungguh. Hasilnya, umurnya sudah 70 tahun, tapi belum pernah sakit. Penampilannya seperti 15 tahun lebih muda. Tentu sesekali dia juga makan makanan yang di luar itu. Sebab, sesekali saja tidak apa-apa. Menurunnya kualitas usus terjadi karena makanan “jelek” itu masuk ke dalamnya secara terus-menerus atau terlalu sering.

Terhadap pasiennya, Prof Hiromi juga menerapkan “pengobatan” seperti itu. Pasien-pasien penyakit usus, termasuk kanker usus, banyak dia selesaikan dengan “pengobatan” alamiah tersebut. Pasiennya yang sudah gawat dia minta mengikuti cara hidup sehat seperti itu dan hasilnya sangat memuaskan. Dokter, katanya, banyak melihat pasien hanya dari satu sisi di bidang sakitnya itu. Jarang dokter yang mau melihatnya
melalui sistem tubuh secara keseluruhan. Dokter jantung hanya fokus ke jantung. Padahal, penyebab pokoknya bisa jadi justru di usus.

Demikian juga dokter-dokter spesialis lain. Pendidikan dokter spesialislah yang menghancurkan ilmu kedokteran yang sesunggahnya. Saya mencoba mengikuti saran buku ini sebulan terakhir ini. Tapi, baru bisa 50 persennya. Entah, persentase itu akan bisa naik atau justru turun lagi sebulan ke depan. Yang menggembirakan dari buku Prof Hiromi ini adalah: orang itu harus makan makanan yang enak. Dengan makanan enak, hatinya senang. Kalau hatinya sudah senang dan pikirannya gembira, terjadilah mekanisme dalam tubuh yang bisa membuat enzim-induk bertambah.

 

Waspada terhadap SUSHI June 27, 2009

Filed under: Health — r3gina @ 1:16 am

Ini cerita nyata di Jepang.

Seorang kakek, Shota Fujiwara dari Gifuprefecture yang sering mengeluh sakit kepala membandel adalah penggemar berat makanan khas Jepang SUSHI dan SASHIMI. Kegemarannya ini sudah dimulai sejak dia muda sebagaimana layaknya warga jepang lainnya.Namun pada usia lanjutnya kini, dia mengalami sakit kepala yg akut& hebat dalam 3 tahun terakhir, yg praktis membuatnya kesulitan utk bekerja & menjalanihidup dgn normal. dan sakitnya itu telah membuat kulit batok
kepalanya terus membesar. Dan makin terlihat seperti jenong pada ikan Lohan…. Dia telah kehilangan kemampuan psikomotoric-nya sejak 3 tahun lalu.

Untuk mengatasi hal itu, dia pergi ke rumah sakit dan menjalani pemeriksaan CT-scan & X-ray utk memastikan penyebabnya. Dokter yg menanganinya menjadi sangat terkejut karena didapati tampilan benda-benda kecil aneh dibawah kulit kepalanya namun masih diluar tempurung otaknya.Dokter kemudian melakukan anastesi lokal dan memutuskan membedah kecil kulit kepalanya, dan……..kemudian ditemukan penyebab utamanya. Disitu ditemukan sarang ulat. Sungguh mengerikan.

Kemudian diputuskan utk melakukan operasi bedah kulit kepala secara total utk memastikan ulat-ulat tersebut bisa dibersihkan dan infeksi dibawah kulit batok kepalanya bisa disembuhkan. Ulat seperti yg didapati pada kepala Shota Fujiwara, adalah berasal dari parasit yg biasa didapat pada tubuh ikan , seafood mentah baik ikan laut maupun ikan air tawar. Ulat parasit & telurnya hanya bisa dimatikan dgn melalui proses pemasakan dgn panas tinggi (digoreng, dipanggang matang atau direbus mendidih) atau dgn pembekuan -10 degC s/d -20 degC selama lebih dari 1 minggu. Karena itu ingat-ingatlah, untuk memastikan konsumsi ikan ? seafood & daging hanya yg sudah melalui proses pemasakan yg benar (digoreng, dipanggang matang & direbus mendidih)

Best regards,PTR

image001image002



 

Tips Berhenti Merokok January 8, 2009

Filed under: Health — r3gina @ 3:08 am

wwwappstateedu_smoke1

Sebagaimana kita ketahui bahwa merokok lebih banyak memberi kerugian dibandingkan keuntungan. Merokok dapat menyebabkan gigi menjadi kuning, kulit yang tidak sehat, nafas yang bau, kesulitan bernafas, kanker, penyakit paru dan jantung. Walaupun demikian, orang tetap merokok dan semakin banyak anak usia muda yang mulai merokok. Walaupun statistik menunjukkan peningkatan jumlah perokok yang cukup besar, keputusan akhir untuk berhenti merokok ada pada si perokok itu sendiri. Berikut ini adalah beberapa mitos dan kenyataan tentang merokok.

Mitos #1: Mengapa saya harus berhenti merokok ? Pada akhirnya saya pasti akan meninggal karena sesuatu sebab.

* Tentu, anda akan meninggal karena sesuatu sebab. Namun, bila anda perokok sedang, anda memiliki kemungkinan untuk meninggal tahun depan yang besarnya 1,5 kali orang bukan perokok yang berusia serta berjenis kelamin sama dengan anda. Anda juga memiliki kemungkinan untuk meninggal 3 tahun lebih cepat dari orang bukan perokok, dan sekitar dua kali lebih mungkin untuk mendapat serangan jantung atau meninggal karena kanker dibandingkan mereka yang bukan perokok.

Mitos #2 : Bila saya berhenti merokok, saya akan menjadi gemuk.

* Bila perokok menghentikan kebiasaanya, 79 % dari mereka akan bertambah berat badannya, namun pertambahan rata-ratanya hanya 2,3 kg. Berolahraga dan menjaga makanan yang dikonsumsi dapat membantu anda mencegah terjadinya kegemukan.

Mitos #3 : Saya tidak dapat menikmati hidup tanpa merokok.

* Bekas perokok memiliki kualitas hidup yang lebih baik, dengan berkurangnya batuk, bertambah baiknya fungsi paru serta bertambah kuatnya sistem pertahanan tubuh mereka, dibandingkan mereka yang tetap merokok.

Mitos #4 : Saya sudah terlanjur sakit akibat merokok. Jadi, lebih baik saya tetap merokok.

* Mereka yang berhenti merokok setelah mendapat serangan jantung memiliki kemungkinan untuk meninggal 10 kali lebih sedikit dibandingkan mereka yang terus merokok. Sepuluh tahun setelah serangan jantung, hanya 5 % dari yang berhenti merokok kemudian meninggal, dibandingkan dengan 49 % dari mereka yang tetap merokok. Penderita kanker paru juga lebih besar kemungkinannya untuk tetap hidup bila mereka berhenti merokok.

Mitos #5 : Saya akan berhenti merokok nanti. Tubuh saya masih memiliki waktu untuk mengatasinya.

* Walaupun beberapa efek buruk rokok ( seperti yang disebabkan oleh nikotin ) dapat menghilang dalam beberapa jam sampai beberapa hari setelah berhenti merokok, efek-efek lainnya perlu beberapa tahun untuk menghilangkannya. Untuk sebagian besar penyakit akibat merokok, semakin lama anda berhenti merokok, semakin kecil kemungkinannya untuk sakit atau meninggal.

Mitos #6 : Saya hanya menyakiti diri saya sendiri.

* Teman serta keluarga anda tidak hanya harus menghadapi penyakit akibat merokok yang anda alami, kebiasaan merokok anda juga akan meningkatkan risiko mereka untuk sakit dan meninggal. Orang yang terpapar asap rokok secara reguler memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk menderita infeksi saluran nafas dan penyakit paru seperti pneumonia.

Mitos #7 : Saya telah mencoba berhenti dan gagal, jadi kemungkinan besar saya akan gagal lagi bila mencoba berhenti.

* Banyak orang yang tidak langsung berhasil menghentikan kebiasaan merokoknya. Merokok adalah kebiasaan yang bersifat sangat adiktif dan banyak perokok yang mencoba berhenti untuk beberapa kali sebelum mereka akhirnya berhasil. Sebagian besar perokok kambuh kembali pada minggu pertama setelah berhenti, di saat mana gejala penghentian kebiasaan tersebut muncul dengan kuat sedangkan tubuh masih amat tergantung pada nikotin. Waspadalah bahwa saat-saat tersebut adalah saat yang paling sulit dan gunakanlah seluruh kekuatan dan kemauan anda serta teman dan keluarga anda agar dapat melalui masa-masa kritis tersebut. Metode yang terbaik bagi setiap orang berbeda-beda. Cara yang mungkin aneh bagi orang lain mungkin merupakan cara yang terbaik bagi anda. Jadi, jangan malu untuk mencoba cara baru. Berikut adalah beberapa saran yang dapat anda gunakan :
o Putuskanlah dengan tegas bahwa anda ingin berhenti merokok. Upayakan untuk menghindar dari pikiran negatif mengenai sulitnya upaya penghentian merokok.< berhenti setelah maupun sebelum baik penting, amat yang dorongan sumber menjadi dapat Mereka merokok. untuk upaya dalam anda teman-teman dan keluarga
o Jangan kosongkan asbak anda. Benda tersebut dapat mengingatkan anda tentang banyaknya rokok yang anda isap setiap harinya. Pemandangan serta bau puntung rokok tersebut juga dapat dijadikan peringatan bagi anda.
o Buang semua rokok dan korek yang masih belum digunakan.
o Kunjungilah dokter gigi untuk membersihkan kotoran gigi akibat tembakau. Perhatikan betapa indahnya gigi anda setelah dibersihkan dan pastikan agar tetap demikian keadaannya.
o Buatlah daftar barang-barang yang ingin anda beli untuk diri anda sendiri maupun untuk orang lain. Perkirakan harganya berdasarkan harga rokok perbungkus, dan sisihkan uangnya untuk membeli hadiah-hadiah tersebut.

Tetapkanlah target waktu untuk berhenti merokok, misalnya pada hari ulang tahun anda atau ulang tahun pernikahan anda, dan upayakan agar rencana tersebut jangan berubah apapun yang terjadi. Langkah ini dapat mempermudah anda untuk mengingat kapan anda mulai berhenti merokok dan untuk merayakannya setiap tahun !

Sumber :infokes.co.id

 

Awas, Ponsel Perbesar Risiko Kanker Mulut! June 22, 2008

Filed under: Health — r3gina @ 6:26 am
Tags:

Setelah disebut dapat merusak kualitas sperma, dan menyebabkan gangguan tidur, kini satu lagi efek buruk dari ponsel ditemukan. Sebuah penelitian menyebutkan bahwa pemakaian ponsel berlebihan dapat memperbesar risiko kanker mulut.

Universitas Tel Aviv di Israel menemukan hasil yang mengejutkan dalam penelitiannya. Mereka melakukan penelitian terhadap 500 orang penderita tumor kelenjar air liur dengan tingkatan stadium rendah sampai tinggi, serta 1.300 orang yang sehat.

Hasil dari penelitian itu adalah, 50 persen orang-orang yang memakai ponsel berjam-jam mempunyai risiko yang besar tertular terjangkit penyakit tumor dan kanker mulut.

Yang lebih mengejutkan dari penelitian itu juga terungkap pengguna ponsel yang tinggal di pedesaan akan mempunyai risiko yang lebih besar terkena kanker mulut dibanding dengan yang di kota. Hal tersebut disebabkan oleh radiasi yang lebih tinggi yang diterima penduduk desa. Radiasi itu semakin besar karena signal ponsel lebih susah didapat di desa, karena terletak jauh dari tiang pemancar.